Musibah Crane 2 Hari Berturut-turut, Timpa Proyek Kereta Cepat dan Jalan Maut

Musibah Crane 2 Hari Berturut-turut, Timpa Proyek Kereta Cepat dan Jalan Maut

Jakarta – Selama dua hari berturut-turut, Thailand dikejutkan insiden kecelakaan maut yang disebabkan crane runtuh. Peristiwa crane ambruk pertama terjadi di lokasi proyek kereta cepat dan keesokan harinya insiden serupa terjadi di pembangunan tol pinggiran Bangkok.
Dikutip dari BBC, Kamis (15/1/2026), insiden crane ambruk kemarin terjadi di proyek pembangunan tol di Samut Sakhon. Dalam satu rekaman video saat insiden terjadi, crane itu terlihat jatuh ke jalan raya dan membuat mobil di bawahnya hancur remuk, menyebabkan dua orang meninggal.

Lebih rinci, Nation Thailand menjelaskan insiden crane ambruk tersebut terjadi di Jalan Rama II, sebelum Jembatan Sungai Tha Chin, Provinsi Samut Sakhon sekitar pukul 09.15 pagi hari ini, Kamis (15/1).

Di lokasi kejadian, pemandangan tragis terungkap ketika struktur derek baja yang besar itu roboh tepat menimpa dua kendaraan sipil. Kedua mobil tersebut hancur parah akibat tertindih berat logam.

Saat ini, pihak berwenang menggunakan alat penyelamatan hidrolik (jaws of life) untuk segera mengeluarkan orang-orang yang terjebak di dalam. Laporan awal kini mengkonfirmasi 2 korban jiwa.

Di luar itu, Tol Rama II dikenal sebagai salah satu koridor infrastruktur tersibuk di kawasan tersebut. Di sepanjang ruas ini, pemerintah tengah mengerjakan sejumlah proyek besar, termasuk pembangunan jalan tol berbayar.

Rangkaian kecelakaan mematikan yang berulang dalam beberapa tahun terakhir membuat ruas ini dijuluki “Death Road” atau “Jalan Maut” oleh masyarakat setempat.

Crane Jatuh Menimpa Kereta
Sehari sebelum insiden tepatnya pada Rabu (14/1), sebuah crane jatuh dan menimpa kereta yang sedang melintas. Insiden ini menyebabkan rangkaian kereta yang tertimpa keluar dari rel dan menewaskan banyak penumpang.

Peristiwa tersebut terjadi pada pagi hari sekitar pukul 09.00 waktu setempat di Provinsi Nakhon Ratchasima, wilayah timur laut Thailand. Hingga pukul 12.10 waktu setempat, pihak kepolisian mengkonfirmasi setidaknya 22 penumpang dinyatakan meninggal dunia, sementara 79 lainnya terluka. Sebanyak delapan dari yang terluka mengalami cedera parah.

Kereta api yang tertimpa crane proyek kereta cepat ini adalah Kereta Ekspres Khusus No. 21, layanan kereta rel diesel yang berangkat dari Stasiun Krung Thep Aphiwat menuju Ubon Ratchathani. Peristiwa itu terjadi di penanda rel kereta api kilometer 220, desa Ban Thanon Kot, kecamatan Sikhio, distrik Sikhio, Nakhon Ratchasima.

Berdasarkan informasi terbaru pada Kamis (15/1), jumlah korban imbas insiden crane timpa KA ini mencapai 32 orang. Jadi, total korban dari dua insiden maut tersebut mencapai 34 orang.

Kedua insiden crane runtuh tersebut berasal dari proyek yang dilakukan oleh perusahaan konstruksi yang sama, Italian-Thai Development. Padahal perusahaan ini merupakan salah satu pengembang terbesar di Thailand.

Selain menjadi penyebab kecelakaan crane ambruk di proyek kereta cepat dan tol ini, perusahaan tersebut juga bertanggung jawab atas pembangunan gedung pencakar langit di Bangkok yang runtuh pada bulan Maret lalu saat terjadi gempa bumi, ketika tidak ada bangunan lain di kota itu yang roboh.

Insiden-insiden tersebut menggarisbawahi betapa seringnya kecelakaan konstruksi yang mematikan terjadi di negara tetangga Indonesia ini, sebagian disebabkan oleh lemahnya penegakan standar dan peraturan keselamatan.

LINK : https://finance.detik.com/infrastruktur/d-8309580/musibah-crane-2-hari-berturut-turut-timpa-proyek-kereta-cepat-dan-jalan-maut?page=2

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *