stress kerja

Stres Kerja dan Hubungannya dengan Near Miss Accident

Hampir Celaka Bukan Kebetulan, Tapi Tanda Bahaya

Dalam dunia Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), kecelakaan kerja sering kali dianggap sebagai peristiwa yang terjadi secara tiba-tiba. Padahal, sebelum kecelakaan besar terjadi, biasanya ada sinyal peringatan yang muncul lebih dulu. Salah satu sinyal tersebut adalah near miss accident atau kejadian hampir celaka. Near miss bukan sekadar “untung tidak terjadi apa-apa”, melainkan indikator serius adanya risiko di tempat kerja, salah satunya yang berkaitan erat dengan stres kerja.

Pengertian Near Miss Accident

Near miss accident adalah kejadian tidak diinginkan yang berpotensi menyebabkan cedera, kerusakan, atau kerugian, namun berhasil dihindari baik karena keberuntungan maupun respons cepat. Contohnya seperti hampir terpeleset di area licin, hampir tertimpa benda jatuh, atau salah mengoperasikan mesin tetapi segera disadari. Meski tidak menimbulkan korban, near miss tetap harus dicatat dan dianalisis dalam sistem K3.

Stres Kerja sebagai Faktor Risiko

Stres kerja merupakan kondisi tekanan fisik dan psikologis yang muncul akibat tuntutan pekerjaan yang melebihi kemampuan pekerja. Beban kerja berlebih, target tidak realistis, jam kerja panjang, konflik peran, hingga kurangnya dukungan atasan dapat memicu stres kronis. Dalam kondisi stres, konsentrasi menurun, pengambilan keputusan menjadi kurang tepat, dan kewaspadaan terhadap bahaya berkurang.

Hubungan Stres Kerja dengan Near Miss

Pekerja yang mengalami stres cenderung lebih sering melakukan kesalahan kecil yang berulang. Kesalahan-kesalahan ini, meskipun tampak sepele, dapat memicu near miss accident. Misalnya, pekerja yang kelelahan mental bisa lupa menggunakan alat pelindung diri, salah membaca prosedur kerja, atau terlambat merespons situasi berbahaya. Near miss yang sering terjadi menunjukkan bahwa sistem kerja sedang berada pada kondisi tidak aman.

Near Miss sebagai Peringatan Dini

Mengabaikan near miss sama artinya dengan mengabaikan alarm bahaya. Data K3 menunjukkan bahwa kecelakaan besar sering didahului oleh banyak kejadian near miss yang tidak dilaporkan. Oleh karena itu, near miss harus dipandang sebagai peluang untuk melakukan perbaikan sebelum terjadi kecelakaan serius. Dalam konteks stres kerja, meningkatnya near miss dapat menjadi tanda bahwa beban psikologis pekerja sudah melampaui batas aman.

Upaya Pencegahan dalam Perspektif K3

Pendekatan K3 tidak hanya fokus pada alat dan lingkungan kerja, tetapi juga pada kondisi mental pekerja. Manajemen stres kerja dapat dilakukan melalui pengaturan beban kerja yang wajar, jam kerja yang seimbang, komunikasi yang sehat, serta penyediaan dukungan psikososial. Selain itu, budaya pelaporan near miss tanpa menyalahkan pekerja perlu dibangun agar setiap kejadian hampir celaka dapat menjadi bahan evaluasi bersama.

Penutup

Near miss accident bukanlah kebetulan, melainkan sinyal bahaya yang sering diabaikan. Stres kerja memiliki peran besar dalam meningkatkan kemungkinan terjadinya near miss di tempat kerja. Dengan mengenali dan mengelola stres kerja sejak dini, serta menindaklanjuti setiap near miss secara serius, perusahaan dapat mencegah kecelakaan yang lebih besar dan menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat secara menyeluruh.

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *