Cerita King Kobra Lepas di Kantor Damkar Ciamis, Petugas Dibuat Geger
Ciamis – Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Ciamis tak hanya menghadapi tantangan saat mengevakuasi ular dari rumah warga. Setelah berhasil diamankan, ular-ular tersebut masih berpotensi menimbulkan masalah ketika dibawa ke markas untuk ditampung sementara.
Salah satu kejadian yang pernah dialami petugas Mako UPTD Damkar Ciamis cukup menegangkan. Seekor king kobra yang baru dievakuasi sempat kabur dari karung sebelum dipindahkan ke boks penampungan. Ular berbisa itu bahkan masuk ke dalam kantor tempat petugas beraktivitas dan beristirahat.
Danru 2 Mako UPTD Damkar Ciamis, Andi Kuswandi, menceritakan kejadian tersebut. Saat itu, petugas mendapati king kobra yang sebelumnya disimpan di dalam karung sudah tidak berada di tempatnya.
“Bukan hampir lepas, memang pernah ada ular yang lepas. Waktu dicek, king kobra yang disimpan di dalam karung ternyata sudah tidak ada,” ujar Andi, Kamis (15/10/2026).
Situasi tersebut membuat petugas harus segera melakukan pencarian. Keberadaan king kobra di lingkungan kantor dinilai berbahaya, terlebih ular itu bisa bersembunyi di tempat yang sulit dijangkau.
Petugas kemudian menyisir area sekitar, mulai dari bagian luar hingga ke dalam kantor. Setelah cukup lama mencari, ular tersebut akhirnya ditemukan bersembunyi di sela-sela lemari.
“Setelah dicari cukup lama, ternyata ular itu masuk ke dalam kantor dan bersembunyi di sela lemari. Akhirnya kami tangkap lagi,” katanya.
Bagi Andi dan sejumlah petugas yang terbiasa menangani ular, kejadian itu menjadi bagian dari risiko pekerjaan. Meski demikian, ia mengakui tidak semua anggota memiliki keberanian yang sama ketika berhadapan langsung dengan king kobra.
“Memang tidak semua berani, tetapi teknik penanganannya juga harus dikuasai, apalagi untuk king kobra,” tuturnya.
Andi menjelaskan, ular hasil evakuasi biasanya dibawa ke Mako Damkar Ciamis menggunakan karung. Sebelum dipindahkan ke boks penampungan, ular terkadang disimpan terlebih dahulu di dalam karung.
Dalam kejadian tersebut, karung diduga tidak cukup kuat menahan pergerakan ular. Celah atau kerusakan kecil pada karung dapat menjadi jalan keluar bagi ular yang berusaha melepaskan diri.
Pengalaman king kobra yang kabur hingga masuk ke kantor menjadi pengingat bahwa penanganan ular tidak berhenti setelah satwa itu berhasil dievakuasi dari rumah warga. Proses penyimpanan sementara juga membutuhkan kehati-hatian agar ular tidak lepas dan membahayakan petugas.
Andi mengatakan, petugas yang berjaga di Mako Damkar memiliki jadwal piket dan beristirahat secara bergantian. Karena itu, keberadaan ular yang lepas di dalam kantor berpotensi menimbulkan bahaya bagi anggota yang sedang bertugas maupun beristirahat.
Pengalaman tersebut sekaligus menunjukkan tantangan yang dihadapi petugas Damkar Ciamis dalam menangani laporan kemunculan ular.
“Kami tidak hanya dituntut sigap saat mengevakuasi satwa dari permukiman, tetapi juga harus memastikan ular tetap aman selama berada di tempat penampungan sementara,” pungkasnya.
